Rabu, 18 Desember 2013

sepotong cerita di bulan penuh awan

satu waktu aku kembali melihat ekor matamu
(lagi-lagi itu membuatku terpaksa menarik bibirku sambil menyipitkan mata)
lagi-lagi kamu melihatku seperti itu,


seperti biasa aku menyapamu
tenang menjawab sapa bodohku dengan bahasa tubuhmu
ekor matamu yang melirik ke arahku
tak sampai 2 detik
menelusuri

kadang hanya diam
menjaga sikapmu
kadang berkomentar lugu


sesederhana itu
membuatku cepat-cepat menyingkir
takut

takut terlalu senang

sadar atau tidak 
aku tau, kamu mulai menjaga sikapmu
dan
aku setuju





Tidak ada komentar:

Posting Komentar