Rabu, 03 Mei 2017

Kembali Hidup

rasanya seperti kembali dari mati suri,
hahahaha, mungkin kehidupan 4 bulan terakhir ini serasa baik-baik saja sampai tak menulis apa-apa,
ya karna biasanya menulis sesuatu disini, hanya apabila terlalu senang atau terlalu sedih atau hmm ketika menemukan yaa.. bisa kita sebut apa ya, pengisi hari (atau) pengisi hati (?)

cerita dari jam 8 malam sudah selesai di akhir bulan Januari.
He was busy, but not that busy.
He simply met someone and will get married end of this year.
Am i sad? Hmm... i don't know.
The thing that i could express that time was hmmm oh... i see...
ok.
(don't ever underestimate my feeling hahahahaha sometimes, i am too scary with my feeling)
then stopped reply his text.

hari Rabu, jam 3.17
dua minggu, sebelum resmi kutinggalkan tempat di mana 5 tahun terakhir hampir setengah hidup kuhabiskan disini.
backsound lagu Crave You dari Flight Facilities feat Giselle.
cuaca pagi tadi mendung, siang matahari cukup terik, menjelang sore kembali redup.

dua minggu lagi,
kehidupan baru akan dimulai.
khawatir(?)
sangat!
over thinking(?)
pasti!'


sejak dua minggu lalu,
setiap datang ke tempat ini,
rasanya seperti orang yang tau kapan akan mati,
(oke berlebihan)
tapi benar, kamu seperti tau kapan waktunya pergi, meninggalkan apa yang membuatmu nyaman.


apa yang menarik belakangan ini?
hmm apa ya?
beberapa hal menarik tapi hmm ya berjalan biasa saja sepertinya.

apa yang membuat pada akhirnya berani mengambil keputusan cukup besar ini dalam hidup?
tidak tau.
cuma ingin jadi sesuatu (atau) seseorang yang lebih baik.

sebenarnya, pada akhirnya pilihannya hanya dua.
ditinggalkan?
atau
meninggalkan?

hmm.. sekian,
mari kita habiskan kopi pahit penahan kantuk ini.


-sampai jumpa-

Sabtu, 14 Januari 2017

25!

Hey!
Happy new year and welcome to 25!


For the first time, i wasn't excited to celebrate my birthday. Am i really turning to 25?
What should i do in this age?

Clueless.

Last year, i got lot of complains about "working too much"
They said, how come you will meet someone if you stay late at office everyday?
The time just yet to come, even we go out everyday, if God said "not yet"
We wouldn't meet anyone.
But if God said "yes, it's the right time"
Even we sleep at home, you will meet someone. How?
I believe God will give the best way for that.

I had deep conversation about "forgiving" with my close friend.
Forgiving is such a hard thing to do.
Most of the time, we only try to forget and let it go.
Then we don't realize it.

And it will come a day.
All the pain come at the same time.

School?
I almost finish it.

So.
May this year will be great, full of happiness and better than last year!

Selasa, 01 November 2016

Bihun Goreng di Tengah Malam Bulan Agustus

Apa malam ini,
kamu membeli bihun goreng untuk makan,
sebelum kembali ke tempat tingalmu?


atau

menu malam ini nasi goreng,
dengan lagu lawas dari radio?

atau

kamu sudah cukup dengan jatah makan,
yang diberikan cuma-cuma,
sekitar pukul 7 malam tadi,

dan

langsung kembali,
untuk memejamkan mata.


Sekarang bulan November,
menu dan kebiasaan makanmu mungkin sudah berbeda dari,
bulan Agustus.

End of this Year is Coming

Wow... already November.
I can't believe it, time flies too fast this year or we're just too busy?
So we don't realize it.

I've just counted, this year i only have 6 posts. What's the meaning of that?
One of the reason.
From January - May, i was too busy with my final thesis.
and after finish it i was too busy with my workload.

Another reason?
There was no love story hahahaha until i met someone in June.
But, now he's just back to his world and there is no love story here.

00.18
I am still working at home, doing some pending request, just back from watching movie.
Heavy rain in the afternoon and i simply miss him.
One day he asked me, why i didn't tell him, there was heavy rain in Jakarta.
I promised to him couples days before, to tell him if heavy rain comes again in Jakarta.
But I forgot to tell him that day.

Deleted his name from my own contact list, and now i need to type his name to search from general contact list.
He is still available there.
Working.
Same as before.
Stay late every early month.
I remembered he said, H+3 (3 days every early month)
He used to ask "hey why are u still there"
"go home"
"share anything about his work"
"ask me to tell my day"

But this month.
He just simply stop talking to me.
I don't know the reason
But in the same time, i really know the reason.

Senin, 10 Oktober 2016

Waktu dari Jam 8 Malam

20.36 bulan Oktober 2016

Duduk tepat di meja pertama kali aku dan kamu bicara, waktu itu bulan Juni. Kamu muncul dari balik pintu, membalikan badan, tersenyum dan kita berjabat tangan. Kemudian kita berdiskusi disini. 

Satu bulan setelah itu aku membuat tulisan tentangmu karna tiba-tiba aku mengingatmu. Entah. Tapi, sepertinya Tuhan dan semesta milikNya mendengar dan mengabulkan harapanku di tulisan itu. Mereka memberikan waktu.

Aku ingat, sore itu hari Kamis sekitar pukul 4, aku ada di suatu kota, tak jauh dari Jakarta. Yang aku lupa, alasanku meninggalkan telepon genggamku di suatu tempat, hingga tak sadar banyak pesan singkat yang aku lewatkan. Salah satunya yang membuatku terkejut, namamu muncul disitu. Aku bingung, tapi tak bisa bohong, aku senang. Sungguh. Kamu masih mengingatku dan menyimpan nomerku rupanya.

Hari itu sebulan setelah hari raya. Ada sapaan yang dilanjutkan dengan "maaf lahir batin" dan kamu bertanya apa aku masih mengingatmu?

Saat itu kamu sedang dalam perjalanan pulang ke kotamu sebelum memulai hidup baru di kota lain. Bertukar kabar yang berakhir dengan sampai jumpa di kotamu bulan depan. 

Aku kembali memulai perjalanan ke kota lain, di kota kelahiranku dan tak jauh dari kota kelahiranmu. Pagi menjelang siang, sekitar pukul 10, namamu muncul di layar dengan sapaan singkat, aku bertanya bagaimana harinya di tempat baru itu yang ditutup dengan aku pamit pulang. Esoknya namamu muncul kembali dan seterusnya hingga aku kembali ke kota tempat aku dan kamu sebelumnya sama-sama tinggal. 

Sebelum akhir pekan, aku tidak membaca pesanmu terakhirmu, hingga kamu menghilang dari layar laptop saat aku kembali. Sejak itu namamu tak hanya muncul di layar laptop tapi juga di pesan singkat. Hingga tiba satu malam aku bingung dan takut. Aku takut membuat kesalahan, takut kamu menghilang dan perasaan perasaan yang paling aku kesalkan muncul kembali. Di satu tempat makan hampir tengah malam, sangat jauh dari rumah. Aku memutuskan membagi cerita tentangmu "I think i'm seeing someone" kepada teman dekatku. Dan berakhir dengan kesimpulan dibawa santai saja dan jangan punya ekspektasi. Hmmm... aku tahu benar, masalah ekspektasi tidak akan bisa bekerja dengan benar. Hari itu aku mencari jawaban apa yang sebaiknya dilakukan, berhenti atau mencoba menjalani.

Satu minggu, dua minggu berlalu.... Aku mulai tahu kegiatanmu, makanan yang kamu cari, kepusinganmu hingga tengah malam, lagu aneh yang muncul saat tengah malam kamu makan di kotamu dan tak sadar waktu yang kita janjikan untuk bertemu semakin dekat.

Hari itu akhir pekan. Aku menginap di satu hotel tak jauh dari pusat kota. Pagi hari cuaca kurang bersahabat untuk bisa beraktivitas di luar, aku terus mengamati langit dari kaca lantai kamarku sejak bangun tidur. Hujan dan berawan. Kita tak bisa berlama-lama bertemu sepertinya, semesta belum mendukung.

Setelah perjuanganmu mencari tempat itu dari kotamu, kamu muncul sekitar pukul 7 malam, mencoba menghubungiku namun aku tidak tahu (baru tersadar saat kita makan, ada namamu di panggilan tak terjawab). Aku terlebih dahulu menyadari sosokmu berjalan di lobby. Benar. Kamu menoleh. Aku bingung dan malah meracau soal cucian.

Kemana seharusnya? Aku dan kamu sama-sama tidak tahu kota ini dengan baik. Sama-sama baru beberapa kali kesini, hanya tahu beberapa tempat. Berakhir di satu pusat perbelanjaan terbesar di sana, makan, mengurus urusanmu dan kita duduk kelelahan sembari mencoba mencari alternatif lain untuk istirahat dan menikmati akhir pekan.

Mencari tempat yang masih buka hingga tengah malam dan tidak terlalu jauh. Kemudian menemukan semacam satu kawasan tempat makan dengan live music namun sayangnya, band sudah mengemasi alat musik mereka saat kita tiba. Tertawa miris sambil terus berjalan memilih tempat makan. Kamu memutuskan untuk berhenti di satu tempat makan dengan ornamen kayu. Not bad, Hanya saja saat menu dibuka lebih banyak alkohol dan ada menu pork. Kita sama-sama pasrah dengan alat memasak yang digunakan, kamu bilang baca Bismillah.

Cuaca cukup baik untuk duduk-duduk di kafe outdoor, cuaca setelah hujan. Baterai teleponmu mati, sambil menunggu terisi kita bertukar cerita. Aku, entahlah lupa bicara tentang apa. Kamu tentang pekerjaanmu, bagaimana menentukan harga jual produk dan hmm tak jauh dari itu. Aku menyimak, kamu tahu benar yang kamu kerjakan, lakukan dan menikmatinya. Aku senang mendengarkanmu mengoceh soal itu. Menikmati. Kita juga sibuk mengoceh tentang kentang goreng yang terlalu asin sampai-sampai memakannya butuh effort lebih, menggosok-gosok kentang ke tissue sebelum masuk ke mulut. Setelah itu, kamu bilang mau menemaniku melihat satu tempat yang belum pernah aku lihat. Aku sebenarnya tidak seserius itu mau kesana. 

Di tengah jalan hujan kembali datang, lebih deras, sudah hampir tengah malam kota ini yang seharusnya tak sesesak Jakarta malah menahan laju mobil. Tak bergerak. Ternyata ada kebakaran besar. Kita sama-sama penasaran melihat kebaran. Sampai ditempat itu tengah malam, lampu sudah dimatikan tapi kita tetap berjalan sambil mengamati sekitar. Membuka jendela. Mencoba menikmati perjalanan. Kamu kembali ke tempatku menginap, kendaraanmu disitu. Kamu memutuskan menginap di kota itu karna sudah tengah malam.

Kita bertemu lagi, dua hari kemudian. Kali ini aku ke kotamu. Dua hari.

Setelah itu, kamu masih muncul di layar. bertanya apakah jakarta hujan angin? atau bicara tentang kesenanganmu terhadap seni.

Minggu lalu kamu muncul lagi di layar, bertanya.
Apa kabarku? 


Setelah lama hilang dari layar.
Lama sekali aku rasa.
Hilang - yang tidak tahu kapan akan muncul.


Aku selalu bingung bagaimana menanggapi, tapi normalnya harusnya memang menjawab hai kabarku baik, atau ditambah dengan bagaimana kabarmu?

Ternyata itu tak mudah dan membingungkan.

Kamu muncul lagi.
Menanyakan bagaimana hariku?
Aku bertanya apa kamu marah.
Kamu bertanya kenapa.
Entah.
Akhirnya aku hanya menjawab ''idk, just suddenly you stop talking to me"
Aku mengerti kamu mulai banyak pekerjaan, sama seperti jawabanmu saat itu.

Ada lagi yang aku mulai pahami.
Aku menemukannya di salah satu tulisan sesesorang:

"Ketika ada orang yang "pergi" dari kehidupan kita, baik itu sengaja maupun tidak sengaja, itu karena satu alasan: waktu mereka bersama kita telah selesai"

Waktumu yang diberikan semesta untukku telah selesai. Ada waktunya memulai dan ada juga waktunya selesai. 

Kalau ditanya dan bicara rindu, pasti ada rasa itu. Tapi aku sedang belajar dan memahami, ini hanya soal waktu.

Terima kasih untuk waktu dan cerita yang dibagi bersamaku.

Senin, 03 Oktober 2016

Kenapa?

Kenapa?

Kata kenapa?
Bisa membuat sangat lelah.



Serius.
Sakit di kepala.
Kurang nyaman di dada.

Sabtu, 17 September 2016

Saturday at 9.56 pm

My mind said i am ok
I know it, i can manage it well
But, the feeling cant understand
Make headache and tired

I am sitting here
Watching the road outside is getting wet by the rain
My head is trying to think
Think a lot
But in the end
I don't know what i've just thought about

I know it will be ok
But again,
The feeling don't want to understand


Then,
for the man outside there,
life well.

Thanks,