Jumat, 14 Februari 2014

Jumat, 17 Januari 2014

untuk kamu yang menyapa setelah jam 7,


hallo,
harusnya begitu kan?
tapi nyatanya tidak terucap lagi.

kita bertemu lagi setelah,
tepat tiga kali bulan perlahan berkeliling,

apa ini?
rasanya ingin berserapah dengan semesta,
karena aku,
penganut aliran: segala sesuatu terjadi tak ada yang kebetulan,
kamu?
di musim yang sama
kenapa?
kepalaku terus bertanya,
belum ada jawab dari semesta.


tapi sepertinya harus sadar,
terkadang sesuatu terjadi karna memang harus terjadi.
tak semuanya ada hubungannya denganku,
meski itu lewat di depanku.
bahkan yang terus ada di depanku.


salam,
aku yang lewat di depanmu

Kamis, 16 Januari 2014

untuk kamu yang berdiri di depanku,


marah denganmu,
mendiamkanmu,
menahan bicara denganmu,
percuma,
semakin lama berusaha,
aku juga yang kalah,


kamu terus berdiri disitu
melihatku dengan mata itu,
masih dengan senyum yang sama,
tak mau bergerak,
berkali-kali,

sampai akhirnya
aku menyerah
sudahlah

aku tau,
kamu hanya lupa.

salam,
aku di depanmu


Rabu, 15 Januari 2014

untuk kamu yang selalu mendengarkanku,


terima kasih :)
maaf karna aku merepotkan,
sering mengeluh,
meledak-ledak,
sering tak bisa berenti bicara,
bahkan seperti tak mau berganti untuk mendengarkanmu.

terima kasih

berkeluhlah kalau kamu mau berkeluh
aku janji akan mendengarkanmu
:(
terima kasih


salam,
aku di sebelahmu.

Rabu, 08 Januari 2014


*telat

and Happy 22 for me ha ha ha
22 tahun hidup
ha ha ha ha





(cuma iseng, lagi bingung mau ngapain dulu, meja bak kapal tempur, tapi masih belum berhasrat beres-beres)

Senin, 30 Desember 2013



"suka dan nyaman ngelakuin sesuatu itu bukan berarti passion"
"bisa jadi itu karna lo nyaman, suka, dan gak menutup kemungkinan lo cuma gak mau keluar dari zona nyaman lo"
-?- 


Minggu, 29 Desember 2013



Minggu terakhir di tahun ini,
cuaca cukup bersahabat sejak pagi
kamupun begitu
tak menyapa
langsung tertawa lebar
hampir saja aku lompat memelukmu, rindu
tapi
tenang
aku masih waras
kau cukup berada sejenak di sebelahku,
menatap lurus bola mataku
menahan senyum seperti biasa
membiarkanku menghirup aroma itu

"lama tak bertemu"
"apa kau rindu?"
"kalau aku sangat"
(hahaha tapi cuma dalam hati)

kamu tampak sedang sangat bahagia
ada apa?
aku penasaran
tapi tak mungkin bertanya kan?


hari minggu
semakin hari semakin tak ada rasanya
entah